Mengunjungi Toko Roti Legendaris di Kota Kembang, Bikin Nostalgia Sama Roti Jadul

1:26 AM

Ke Bandung belum lengkap rasanya kalau gak mencicipi beragam kuliner yang ada di kota dengan julukan Kota Kembang ini. Bandung memang surganya kuliner, tempat pariwisata dengan panorama alamnya yang indah, pusat mode dimana factory oultet yang berjejer sepanjang jalan, belum lagi kafe-kafe instagramable yang tersebar di setiap sudut kota Bandung.
Kalau kemarin aku pernah mengulas tentang kedai yang menyediakan menu lacto-ovo vegetarian, kali ini aku mau ajak temen-temen pembaca buat singgah virtual ke salah satu toko roti dan kue yang legendaris dan sudah dikenal sejak dulu kala. Oh ya, yang tertarik buat baca tentang Kedai Sehat Tiasa bisa baca melalui link ini:
Namanya Toko Sidodadi, berada di Jalan Otto Iskandar Dinata No. 255 nggak jauh dari Alun-Alun Kota Bandung. Tepatnya di pertigaan Otista dan Kepatihan. Tempatnya mudah ditemui, persis di pinggir jalan. 
Awalnya tau toko roti ini dari Tayo dan Mochi yang udah lebih dulu kesini dan pamer bungkusan roti yang mereka beli. Karena nggak mau ketinggalan, besok paginya aku minta Tayo buat anterin aku icip-icip beberapa roti dan kue yang ada di Toko Sidodadi ini.
Oh ya, di depan toko ini ada penjual yang menjajakan kudapan khas Tanah Sunda berupa tape bakar alias colenak dengan harga 5 ribu rupiah, sedangkan cincau hijaunya kalo nggak salah 12 ribu rupiah.
Beberapa toko di sepanjang pusat perbelanjaan Jalan Otitsta memang terlihat masih jadul, mulai dari papan nama dan tampilan toko secara keseluruhan. Sama kayak Toko Sidodadi yang dari tampilan etalase dan papan nama tokonya yang khas jaman dulu banget dengan tulisan berwarna merah.
Tokonya memang nggak terlalu besar, beruntungnya sewaktu aku dateng pagi-pagi pengunjung nggak terlalu ramai. Biasanya, toko belum buka pun antrian udah mengular. Di dalam toko ada 2 etalase dimana etalase sebelah kanan kita bisa lihat beraneka ragam roti dan etalase sebelah kiri ada berbagai macam jajanan manis maupun asin.
Pertama menginjakkan kaki ke dalam toko ini aroma wangi khas roti udah tercium dan langsung bikin laper! Apalagi lihat roti-roti yang terpajang ini kayaknya enak banget. Beruntungnya karena dateng pagi-pagi banget, rotinya masih cukup lengkap meski roti jagung dan pisang coklat udah habis duluan dan baru available lagi di siang hari.
Sebenernya salah satu roti yang aku incer itu roti pisang coklat, berhubung udah habis ya aku terpaksa ganti varian lain. Harga roti disini sangat terjangkau, mulai dari 4 ribuan untuk roti kecil, 13 ribu rupiah untuk varian frans dan roti tawar atau roti isi beberapa rasa yang nggak lebih dari 25 ribuan.
Buat yang suka sama roti aroma kopi, ada roti kopi mocha dan yang nggak kalah unik di toko ini ada roti klasik dengan rasa kayu manis. Jenis-jenis rotinya ada banyak, saran aku sebelum ke toko ini baiknya temen-temen udah tau roti apa yang mau dibeli. Bisa lihat di instagramnya juga sih, semenjak pandemi Covid-19 toko roti ini dibatasi jam bukanya tapi mereka open order via whatsapp juga.
Kalau temen-temen nggak mau antri atau desak-desakan di dalam toko, toko roti ini juga tersedia di aplikasi Go-Food dan GrabFood. Meskipun harus antri, pelayanan di toko ini cukup baik. Pelayannya  banyak dan cukup sigap, kalau sudah pilih-pilih roti kita diarahkan ke kasir buat bayar belanjaan kita.
Disini juga ada jajanan pasar kayak risoles, lemper, combro, carabikang, bacang, siomay dan banyak jajanan lainnya. Tersedia juga kue kering, es krim, biskuit kaleng, minuman dalam kemasan, selai dan meses sampai mie instan pun ada.
Daftar harga dan varian rotinya bisa temen-temen lihat di etalase roti bagian atas. Nggak perlu merogoh kocek terlalu dalam, harga roti dan kue disini semuanya terjangkau. 
Nah, yang paling aku suka dari toko roti ini kemasannya menurut aku unik dan jadul banget. Kemasannya berupa plastik berwarna putih dengan tulisan berwarna merah dan ada gambar wanita di belakang etalase roti yang lagi bawa nampan berisi roti tawar. Aku beli 8 potong roti kecil dan semuanya muat dimasukin dalam 1 bungkusan plastik ini. Selain roti, aku juga beli jajanan favorit aku yaitu siomay dan combro. Karena belum sarapan, selagi jalan siomay dan combro langsung habis disantap sewaktu jalan dari toko roti ke parkiran, kami parkir di depan toko emas agak jauh dari toko roti by the way. Soal rasa, jangan ditanya. Agak nyesel beli siomaynya sedikit karena rasa siomaynya enak banget.
Aku beli 8 potong roti dengan berbagai varian. Temen-temen yang udah pernah cobain roti dari Toko Sidodadi tau nggak ini varian apa aja? Roti diatas ada yang isinya sosis, keju, daging asap, horn coklat, kacang dan kornet.
Tekstur roti-roti ini semuanya empuk dan manis, rotinya juga lebih padat apalagi kalau baru dibuat dan dimakan selagi hangat. Roti ini juga masih dibuat secara tradisional dan tanpa pengawet jadi cuma bisa bertahan sekitar 3 hari kalau mau dibawa sebagai oleh-oleh dari Bandung.
Ternyata rotinya memang enak dan nggak kalah sama roti kekinian. Wajar kalau toko roti ini banyak penggemarnya dari berbagai kalangan. Waktu itu aku antri sama ibu-ibu paruh baya yang masih semangat banget pilih-pilih rotinya.
Roti Sosis
Roti Smoked Beef Keju
Roti Susu
Roti Horn Coklat

Total belanja 8 potong roti, 2 dimsum siomay dan 1 combro cuma merogoh kocek sebesar 42 ribu rupiah. Rasanya ngantri sebentar untuk beli roti ini terbayar dengan rasa yang enak dan isian roti yang banyak, nggak pelit sama sekali sama isian rotinya. Buat yang penasaran bisa langsung lihat instagramnya di @toko_sidodadi_bandung.

Temen-temen udah pernah mampir kesini juga?



You Might Also Like

0 komentar

INSTAGRAM @inggitefridha

Followers

Subscribe